Aplikasi Android di Indonesia


Indonesia sendiri merupakan pangsa pasar yang cukup potensial bagi perusahaan pembuat ponsel cerdas. Indonesia merupakan negara berkembang yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 250 juta orang. Setengah populasi penduduknya berusia di bawah 30 tahun dan perkembangan jumlah penduduk kelas menengah dinilai naik dengan signifikan.

Berdasarkan hasil riset Frost & Sullivan, penetrasi ponsel cerdas di Indonesia di tahun 2012 hanya 9 persen dan meningkat menjadi 23 persen di tahun 2014. Artinya di akhir tahun 2015 penetrasi ponsel cerdas di Indonesia diharapkan bisa mencapai 50 persen. Melihat data ini, tidak heran jika pemerintah menargetkan mulai tahun 2017, diharapkan 35 juta ponsel cerdas dapat diproduksi setiap tahunnya.

Lalu bagaimana dengan penggunaan aplikasi pada ponsel cerdas di Indonesia? Baidu dengan MoboMarket nya mencoba membaca lebih dalam kebiasaan para pengguna ponsel cerdas di Indonesia. Baidu merupakan merupakan penyedia aplikasi pihak ketiga yang telah melayani lebih dari 4 juta pengguna 500.000 aplikasi di Indonesia.

Berikut adalah 5 hal yang patut diketahui agar dapat menjadi pertimbangan bagi perusahaan pembuat aplikasi sebelum meluncurkan aplikasi bagi pasar Indonesia.

1. Fitur Pencarian Lebih Disukai Daripada Perambah

Seperti para pengguna di barat, orang Indonesia lebih memilih mencari aplikasi menggunakan kata kunci daripada melihat-lihat pada perambah store aplikasi. Sekitar 60 persen aplikasi diunduh lewat fitur pencarian.

Kesimpulan: Pastikan menulis nama, deskripsi, tag, dan klasifikasi dengan akurat ketika memasukannya pada store aplikasi, untuk memaksimalkan visibilitas.

2. Aplikasi Diunduh Paling Banyak Dilakukan di Hari Sabtu

Sekitar 20 persen aplikasi diunduh di hari Sabtu di Indonesia. Hari Minggu merupakan hari terpopuler kedua.

Kesimpulan: Peluncuran aplikasi dijadwalkan setiap akhir pekan, atau upayakan sehari sebelumnya. Begitu juga dengan review aplikasi.

3. Permainan Jenis Casual dan Puzzle Paling Banyak Diunduh

30 persen permainan yang diunduh oleh orang Indonesia berjenis “casual dan puzzle”. Sementara itu, jenis permainan balapan atau racing menempati tempat kedua, sekitar setengahnya.
Kesimpulan: Jika ingin menjual aplikasi khusus untuk Indonesia, buatlah aplikasi permainan berjenis casual, puzzle, atau racing. Agak berbeda dengan negara berkembang lainnya yaitu Brazil dan India yang banyak mengunduh permainan jenis judi.

4. Aplikasi Untuk Anak dan Travel Paling Banyak Dicari dan Diunduh

Aplikasi berbau pendidikan dan ramah anak-anak menjadi yang tertinggi di kelasnya, dengan aktifitas mencari dan unduh sekitar 60 persen. Mereka juga tertarik dengan aplikasi travel dan turis hamper mencapai 50 persen.

Kesimpulan: Aplikasi anak-anak dan travel lebih mudah meraih popularitas di Indonesia dibandingkan fotografi dan utilitas.

5. Aplikasi Media Sosial Paling Sering Di-update

MoboMarket melaporkan bahwa aplikasi media sosial di Indonesia lebih sering di aupdate secara berkala. Medsos di update secara berkala dua kali aplikasi permainan dan lima kali aplikasi musik dan video. Pengguna tidak ingin ketinggalan yang terbaru dari aplikasi BBM, Facebook, Instagram, Line, atau yang lainnya.

Kesimpulan: Jika ingin memenangkan pasar ini, sebuah perusahaan aplikasi harus sering berinovasi dan menawarkan fitur serta konten baru.

Pasar telekomunikasi di Indonesia sangatlah menggiurkan bagi produsen dalam dan luar negeri. Apalagi pemerintah sudah mencanangkan penetrasi ponsel sebanyak 35 juta per tahun untuk menarik investor luar negeri. Semoga produsen dalam negeri mampu bersaing dan memenangkan hati rakyatnya sendiri.

Copyright © 2016 MATARAM DESIGN. All Rights Reserved